, ,

    Eminem dan Dago Rajai Kelas Pleci
    Eminem dan Dago Rajai Kelas Pleci


    Pleci.zone.id - Eminem dan Dago Rajai Kelas Pleci,Gelaran event spektakuler sepanjang jagad di tahun ini “Presiden Cup IV” menyedot banyak perhatian pecinta burung berkicau seindonesia. Ribuan kicaumania memadati lapangan parkir selatan senayan pada 2 oktober 2016. Diantaranya squad NV-88 Indonesia tampil eksis menurunkan full team untuk meraih tahta digelaran nasional ini.

    Dago salah satu gacoan kesayangan babeh Danny pun turut andil menampilkan kualitas yang telah dirawatnya dalam waktu setahun, pasalnya burung ini hanya burung omboyakan yang didapatnya dipasar burung. Bermodalkan dengan penuh kesabaran dan keuletan menggunakan Reborn Oil dan NV-88 Formula hasilnya cukup memuaskan. Dago tampil diperingkat pertama di Presiden Cup IV yang sebelumnya juga telah menorehkan prestasi perdanannya digelaran IBC.

    Tidak ada yang mustahil ternyata burung kios saja bisa jawara nasional, intinya tetap konsisten dalam merawat gacoan kita.  “Tidak semua burung harus mahal, semua butuh proses kesabaran dalam perawatannya, terbukti Dago meraih peringkat pertama di gelaran presiden cup IV”. Ujar babeh Danny.

    Babeh Danny mengucapkan terima kasih atas dukungan rekan-rekan NV-88 Indonesia yang selama ini tetap mengedepankan persaudaraan. Mari jadikan ajang perlombaan ini sebagai salah satu wadah dalam menjalin tali silaturahmi sesama pleman.

    Sumber : MediaBnR

    , ,

    Berawal dari tahun 2012, bersama teman-temannya tertarik melihat burung koloni ini pada tingkat level birahi tertentu bisa di setting layaknya seperti burung fighter sehingga layak dijadikan sebagai burung lomba, tambah Kang Danny. Ternyata tidak mudah mempelajari karakter Pleci, selain mempelajari usia burung yang layak tempur, memperbaiki pola makan dan perawatan hariannya. Beliau juga belajar dari bawah mulai dari kelas latberan. “Walaupun sering kalah, tetapi saya juga terus usaha untuk terusa belajar dan belajar sampai saat ini, ”ungkap pria murah senyum dan sederhana ini kepada Pewarta Ronggolawe.  Sembari menjemur koleksi Pleci di atas lantai 3 rumahnya di kawasan Lembang yang berdekatan dengan tempat wisata berkuda De’Ranch Lembang Bandung ini, beliau menuturkan bagaimana cara pemilihan Pleci dalam ombyokan yang pernah dilakukannya selama ini. “Modal awal cari Bahan Pleci yang keras suaranya volumenya di kandang ombyokan. Begitu pula jika di arena lomba, selain mencari suara paling keras dan juga stabil dalam event manapun. Jadi saat pindah tangan akan lebih mudah dalam perawatannya, ”papar pria berkeluarga yang mempunyai satu putri cantik dan seorang putra ini.  Saat disinggung kenapa bisa hoki memperoleh Kayana? “Kayana itu mempunyai karakter suara yang benar-benar unik dan kencang volume suaranya. Burung ini saya peroleh dari Yudi Botak, Pemain Pleci dari kota Bogor, ”papar Kang Danny. Proses panjang sambil mengamati sepak terjang melihat kestabilan Kayana saat dibawa ke pentas Lomba tingkat Nasional sudah dijalani Kang Danny sebelumnya. “Kondisi Kayana sampai saat ini sedang mabung, tentu saja tidak akan dipindahtangankan karena bagaimanapun ini adalah maskot dari NV88,”.  Pelapis Kayana sudah pula disiapkan. “Konslet adalah awalnya hanya burung koloni yang hanya jagoan kandang di rumah. Kemudian coba dibawa ke event di Jakarta. Walaupun pada sesi pertama masuk 3 besar tetapi bisa rebut Juara Satu turun di kelas berikutnya, ”papar pria pendiri Novas 88 atau yang populer di kalangan Peci Mania disebut NV 88.  “Berawal dari Kayana saya bisa mempelajari karakter Pleci, tak heran perawatannya pun untuk Konslet tidak beda baik untuk harian maupun menjelang Lomba, apalagi Konslet terhitung sekarang sudah bisa mandi sendiri”. Walaupun di rumah tidak istimewa tetapi jika sudah dibawa ke lapangan suaranya luar biasa, tambah Kang Danny kemudian.  Bagaimana melatih mental Pleci jadi Petarung? “Bawalah Pleci rajin mendatangi setiap lomba, disitu kita bisa mengetahui apakah Pleci yang kita bawa siap menjadi petarung di lapangan atau hanya sekedar menjadi burung rumahan saja, ”tegas pemilik usaha Toko Parfum, Studio Musik, GOR Badminton dan Kolam Pancing yang berada di seputar Lembang ini.  Diuntungkan kondisi rumah di lantai 3 dengan teras terbuka yang mempunyai pemandangan Gunung Tangkuban Perahu, Kang Danny mempunyai tiang gantung setinggi 2 meter dengan panjang pipa 4 meter yang terbagi 2. Fungsi tiang gantungan ini selain untuk menjemur Pleci juga bisa sebagai simulasi lomba bagi Pleci bahan yang siap terjun di arena. Dengan mengatur gantangan jarak berdekatan saat digantung akan membiasakan Pleci berkoar-koar jika di kanan kirinya ada musuhnya. Lain halnya jika Pleci yang didekati ketika ngalas dan ngeroll justru gelisah dan loncat-loncat seperti ketakutan menandakan Pleci tersebut belum siap Lomba.  “Tantangan buat saya sendiri adalah menemukan setelan sesungguhnya setiap Pleci yang turun lomba, kita perlu jeli menemukan mood jagoan kita. Harus dicoba sampai dapat sehingga kalau sudah ketemu, cukup di trek sama-sama dengan punya teman maka sudah bisa dijadikan patokan pasti bisa juara, ”paparnya kemudian. Dan yang paling penting pastikan burung dalam kondisi sehat dan prima saat turun lomba, tambah Kang Danny menutup pembicaraannya pagi itu.  Sahabat Ronggolawers, kini ada cara praktis dalam menjaga kondisi Pleci kesayangan kita agar tetap prima sampai menjelang lomba. EBOD VIT yang merupakan produk unggulan dari EBOD JAYA dengan harga terjangkau dan mudah didapatkan di Pasar burung terdekat. EBOD VIT juga dipercaya oleh sebagian Pleci mania bisa membawa Jagoannya berprestasi. 5 tetes yang diberikan dalam wadah air minum bisa diberikan sesudah Pleci dijemur. selain bisa meningkatkan nafsu makan juga merangsang burung berkicau. Tak heran kandungan 250 mg Vitamin C yang terdapat dalam botol ukuran 30 ml dapat mencegah burung dari sakit, mengatasi stress akibat perubahan cuaca dan bisa membantu pemulihan luka yang terdapat di dalam tubuh burung.
    Kang Danny NV88 – Tukang Kebon Naik Haji Yang Makin Eksis Di Dunia Pleci + Video



    Pleci.zone.id, Tukang Kebon Naik Haji Yang Makin Eksis Di Dunia Pleci + Video - Salam Kicau Mania,Bicara masalah Pleci tentu akan menjadi perbincangan yang hangat dan menarik tanpa batas waktu jika bersama H.Danny Firmansyah. “Kampung halaman saya yang berada di pegunungan membuat saya suka dengan berbagai burung khususnya Pleci. Cuma waktu kecil kita tidak tahu kalau Pleci bisa booming dan harganya bisa wah seperti sekarang ini, ”ungkap pria yang populer di lapangan dipanggil dengan sebutan Tukang Kebon ini.


    Berawal dari tahun 2012, bersama teman-temannya tertarik melihat burung koloni ini pada tingkat level birahi tertentu bisa di setting layaknya seperti burung fighter sehingga layak dijadikan sebagai burung lomba, tambah Kang Danny. Ternyata tidak mudah mempelajari karakter Pleci, selain mempelajari usia burung yang layak tempur, memperbaiki pola makan dan perawatan hariannya. Beliau juga belajar dari bawah mulai dari kelas latberan. “Walaupun sering kalah, tetapi saya juga terus usaha untuk terusa belajar dan belajar sampai saat ini, ”ungkap pria murah senyum dan sederhana ini kepada Pewarta Ronggolawe.
    Sembari menjemur koleksi Pleci di atas lantai 3 rumahnya di kawasan Lembang yang berdekatan dengan tempat wisata berkuda De’Ranch Lembang Bandung ini, beliau menuturkan bagaimana cara pemilihan Pleci dalam ombyokan yang pernah dilakukannya selama ini. “Modal awal cari Bahan Pleci yang keras suaranya volumenya di kandang ombyokan. Begitu pula jika di arena lomba, selain mencari suara paling keras dan juga stabil dalam event manapun. Jadi saat pindah tangan akan lebih mudah dalam perawatannya, ”papar pria berkeluarga yang mempunyai satu putri cantik dan seorang putra ini.
    Saat disinggung kenapa bisa hoki memperoleh Kayana? “Kayana itu mempunyai karakter suara yang benar-benar unik dan kencang volume suaranya. Burung ini saya peroleh dari Yudi Botak, Pemain Pleci dari kota Bogor, ”papar Kang Danny. Proses panjang sambil mengamati sepak terjang melihat kestabilan Kayana saat dibawa ke pentas Lomba tingkat Nasional sudah dijalani Kang Danny sebelumnya. “Kondisi Kayana sampai saat ini sedang mabung, tentu saja tidak akan dipindahtangankan karena bagaimanapun ini adalah maskot dari NV88,”.
    Pelapis Kayana sudah pula disiapkan. “Konslet adalah awalnya hanya burung koloni yang hanya jagoan kandang di rumah. Kemudian coba dibawa ke event di Jakarta. Walaupun pada sesi pertama masuk 3 besar tetapi bisa rebut Juara Satu turun di kelas berikutnya, ”papar pria pendiri Novas 88 atau yang populer di kalangan Peci Mania disebut NV 88.
    “Berawal dari Kayana saya bisa mempelajari karakter Pleci, tak heran perawatannya pun untuk Konslet tidak beda baik untuk harian maupun menjelang Lomba, apalagi Konslet terhitung sekarang sudah bisa mandi sendiri”. Walaupun di rumah tidak istimewa tetapi jika sudah dibawa ke lapangan suaranya luar biasa, tambah Kang Danny kemudian.
    Bagaimana melatih mental Pleci jadi Petarung? “Bawalah Pleci rajin mendatangi setiap lomba, disitu kita bisa mengetahui apakah Pleci yang kita bawa siap menjadi petarung di lapangan atau hanya sekedar menjadi burung rumahan saja, ”tegas pemilik usaha Toko Parfum, Studio Musik, GOR Badminton dan Kolam Pancing yang berada di seputar Lembang ini.
    Diuntungkan kondisi rumah di lantai 3 dengan teras terbuka yang mempunyai pemandangan Gunung Tangkuban Perahu, Kang Danny mempunyai tiang gantung setinggi 2 meter dengan panjang pipa 4 meter yang terbagi 2. Fungsi tiang gantungan ini selain untuk menjemur Pleci juga bisa sebagai simulasi lomba bagi Pleci bahan yang siap terjun di arena. Dengan mengatur gantangan jarak berdekatan saat digantung akan membiasakan Pleci berkoar-koar jika di kanan kirinya ada musuhnya. Lain halnya jika Pleci yang didekati ketika ngalas dan ngeroll justru gelisah dan loncat-loncat seperti ketakutan menandakan Pleci tersebut belum siap Lomba.
    “Tantangan buat saya sendiri adalah menemukan setelan sesungguhnya setiap Pleci yang turun lomba, kita perlu jeli menemukan mood jagoan kita. Harus dicoba sampai dapat sehingga kalau sudah ketemu, cukup di trek sama-sama dengan punya teman maka sudah bisa dijadikan patokan pasti bisa juara, ”paparnya kemudian. Dan yang paling penting pastikan burung dalam kondisi sehat dan prima saat turun lomba, tambah Kang Danny menutup pembicaraannya pagi itu.
    Sahabat Ronggolawers, kini ada cara praktis dalam menjaga kondisi Pleci kesayangan kita agar tetap prima sampai menjelang lomba. EBOD VIT yang merupakan produk unggulan dari EBOD JAYA dengan harga terjangkau dan mudah didapatkan di Pasar burung terdekat. EBOD VIT juga dipercaya oleh sebagian Pleci mania bisa membawa Jagoannya berprestasi. 5 tetes yang diberikan dalam wadah air minum bisa diberikan sesudah Pleci dijemur. selain bisa meningkatkan nafsu makan juga merangsang burung berkicau. Tak heran kandungan 250 mg Vitamin C yang terdapat dalam botol ukuran 30 ml dapat mencegah burung dari sakit, mengatasi stress akibat perubahan cuaca dan bisa membantu pemulihan luka yang terdapat di dalam tubuh burung. 



    Sumber : Mediaronggolawe

    , , ,






    Pleci.zone.id,Salam Kicau Mania - Teman Kicau Mania pasti sudah kenal nama besar Kang Danny NV88 yang berhasil mengorbitkan pleci eminem. Pleci eminem sudah terkenal di kelas pleci nasional. Pada kesempatan kali ini Kang Danny akan membocorkan rahasia perawatan pleci eminem seperti di lansir di mediaronggolawe ini,  yuk disimak.

    “Pleci kalau sehat baru bisa bunyi. Itu saja kuncinya, ”demikian pesan singkat yang disampaikan H.Danny Firmansyah kepada Pleci Mania. Pria murah senyum yang akrab dipanggil dengan Julukan “Tukang Kebon” Kang Danny NV88 ini memang terkenal menyapu bersih setiap Kelas Pleci di Lomba Burung Berkicau Nasional di setiap lintas EO.


    Setelah mengorbitkan Pleci Kayana dan Konslet. Kembali di Event Royal Cup 2015 Lapangan Banteng beberapa waktu lalu berhasil mengorbitkan EMINEM. Tampil dominan membuat Juri layak memberikan bendera kemenangan mutlak di 2 kelas Pleci yang dipertandingkan hari itu. “Tembakan wit-witnya, Kenari dan Gelatik Batunya tembus. Kadang suara Jenggotannya keluar juga. Sesekali gaya Anis Merah tampil kalau EMINEM sudah nge’fly’. Keistimewaan lainnya adalah bisa kuat tampil sampai 5 kali,” tandas Kang Danny NV88.
    Nama EMINEM diambil dari penyanyi Rap berkulit putih yang terkenal memiliki kosa kata paling banyak dan luas. Pria bernama asli Marshal Bruce Mathers III itu terhitung sudah menggunakan 8,818 kosa kata dari 100 lagu yang telah dinyanyikannya. Luar Biasa. Tak beda halnya jika kita mendapatkan kesempatan melihat dan mendengar langsung Pleci EMINEM ‘bernyanyi’. Sahabat Ronggolawers tidak perlu kuatir, karena di artikel ini ada cuplikan video penampilan Pleci EMINEM sesudah mengikuti pertandingan di Royal Cup beberapa saat lalu.
    Kang Danny NV88 dengan rendah hati menambahkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan Pleci bisa nagen diatas tangkringan dan gacor tanpa henti. Salah satu diantaranya :
    1. Bikin Kenyang Sebelum Naik Ke Gantangan,
    Pernah melihat Pleci mencari-cari makanan saat di gantangan?
    Bisa disebabkan karena karakter Pleci yang biasa dimanjakan dengan kondisi di dalam sangkar selalu tersedia makanan atau minuman. Sehingga apabila wadahnya di tarik keluar dari sangkar, maka Pleci tersebut merasa ada yang ‘kehilangan’ sehingga membuat penampilannya tidak maksimal.
    Biasakan sebelum naik ke atas gantangan, kita kondisikan Pleci untuk disuapi dengan makanan kesukaannya, bisa Jangkrik atau Ulat Hongkong. Sampai Pleci tersebut sudah kenyang dan tidak mau menyentuh makanannya lagi.
    Perhatikan bentuk Sangkar, semakin kecil sangkar maka akan membuat ruang gerak Pleci semakin sempit untuk cepat berpindah-pindah tangkringan. Karena Pleci termasuk tipe burung yang lincah bergerak. Agar energinya tidak cepat terkuras, pastikan berikan pakan-pakan yang lebih banyak mengandung karbohidrat, sehingga meningkatkan energi pleci untuk lebih banyak bergerak. PAKAN RONGGOLAWE dalam bentuk Voor halus di kemasan 200 gram. Mengandung Nutrisi lengkap seperti Tepung gandum, jagung, kedelai, kacang hijau, susu, telur, madu, minyak ikan, protein nabati, protein hewani serta ANTIOKSIDAN sehingga cocok untuk menjaga kesehatan Pleci sehinga tidak mudah stress dan rajin berkicau.
    Kombinasi sempurna bila Pleci diberikan vitamin tambahan 2 hari sebelum ikut Lomba. 5 tetes EBOD JOSS diberikan ke dalam wadah minum untuk Pleci yang kurang gacor, tidak mau bunyi karena stress atau setelah mabung. Kandungan Taurin 150 mg dalam Botol kecil EBOD JOSS ukuran 10 ml dipercaya bisa meningkatkan stamina, nafas Pleci jadi panjang dan tenaga menjadi joss.
    2. Melatih Kemapanan Dengan Rajin Dibawa Lomba
    Tidak hanya Pleci, semua burung akan mengalami ‘demam panggung’ saat tampil pertama kali di arena lomba. “Sebelum turun biasakan sudah kenyang terlebih dahulu, ”kata Kang Danny NV88 kembali mengingatkan.
    Banyak kasus yang sering dijumpai. Di rumah Pleci tampil ngotot Gacor, tetapi saat dibawa ke tempat latihan, Pleci langsung mental. Kuncinya adalah perbanyak latihan dan kalau tidak bisa berpindah-pindah gantangan setiap hari. Minimal Pleci kita bawa jalan ke tempat yang ramai agar Pleci bisa cepat beradaptasi dan berani bunyi.
    Untuk menambah kenyamanan saat tampil, perhatikan karakternya dengan melihat kondisi burung saat memasuki masa birahi, sehingga saat kondisi puncak maka Pleci akan semakin semakin agresif bila bertemu dengan musuhnya.

    Untuk menjaga kondisi fisik burung setelah tampil lomba, dan memulihkan tenaganya yang terkuras. Gunakan EBOD VIT yang merupakan produk unggulan dari EBOD JAYA dengan harga terjangkau dan mudah didapatkan di Pasar burung terdekat. 5 tetes yang diberikan dalam wadah air minum bisa meningkatkan nafsu makan juga merangsang burung berkicau.

    Sumber : mediaronggolawe


    ,

    ‘Kayana’ menjadi bukti nyata. Salah satu Pleci andalan Novas



    Pleci.zone.id - Salam Kicau Mania, Ya Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Pepatah lama ini sangat sesuai untuk menggambarkan sosok muda ini. Putra bungsu dari H.Endang yang sekarang mengembangkan Kenari YS tidak kalah semangat mengembangkan hobynya. Beberapa waktu lalu ketika Anis Merah masih merajai arena kontes, nama H.Endang begitu harum. Astra Jingga, Obama, Cengos, Roxy adalah nama-nama besar sang selalu menjadi momok menakutkan bagi lawan-lawannya di pentas Anis Merah Nasional.
    Tokoh besar ini terkenal dengan keramahannya dan menjadi tokoh sentral perburungan di Kota Bandung sampai sekarang. Beliau juga salah satu tokoh penggerak Parahyangan Team yang sekarang mulai eksis kembali untuk meramaikan arena kontes lomba burung berkicau.
    Sekarang giliran Novas yang mulai mengikuti jejak orang tuanya. Kesehariannya selalu disibukan dengan urusan burung. Pemuda yang memang masih sebagai salah satu mahasiswa UNISBA, Bandung ini tidak merasa terganggu dengan hobynya. “Kuliah ya kuliah, hoby harus jalan terus. Justru hoby saya ini yang bisa menjadi penyemangat untuk terus giat berangkat kuliah, ucap Novas ketika ditemui di rumahnya yang beralamat di Jl.Caringin, Gg Lumbung II, No 43, Rt 03/03, Babakan Ciparay, Kota Bandung.
    Pamor Anis Merah tidak pernah padam, tetapi Pleci sedang booming. Itulah salah satu alasan mengapa Novas sekarang lebih konsentrasi untuk menampilkan Pleci. Postur kecil tetapi suara kicauan yang dikeluarkan sangat keras, membuat Pleci terlihat sangat unik. Ketersedian Pleci di alam bebas masih sangat banyak, ini yang membuat jenis burung ini sangat merakyat. Harganya juga sangat murah. Dengan mengeluarkan uang sebesar Dua Puluh Ribu Rupiah kita sudah dapat membawa se-ekor Pleci ke rumah kita. Ini bila kita bicara untuk Pleci kebanyakan atau ombyokan. Tetapi untuk Pleci yang telah berprestasi di arena lomba, hal ini tak berarti.
    ‘Kayana’ menjadi bukti nyata. Salah satu Pleci andalan Novas ini memang luar biasa. Gaya ngerol nembak dan stamina yang ditampilkan ‘Kayana’ bisa menghipnotis siapapun yang melihatnya. Materi isiannya pun di atas rata-rata. Lovebird, Kapas Tembak, Kenari, Gelatikan dapat dengan faseh disemburkannya. Ditunjang volume yang dahsyat, ‘Kayana’ telah menjelma menjadi burung yang superior. Bukan hanya ‘Kayana’ saja koleksi Pleci milik Novas yang selalu moncer di arena lomba. Tetapi masih ada yang lainnya dan kualitasnya hampir merata.
    Tidak dapat dipungkiri, kehadiran Novas bersama seluruh amunisinya terbukti ampuh untuk mengangkat pamor NV 88 SF ke dalam kancah persaingan di lomba-lomba Nasional. Boss Hien Lim yang selalu tertarik mengoleksi burung-burung jawara sempat menawar ‘Kayana’ dengan harga yang sangat mengerikan untuk se-ekor pleci. 95 Juta Rupiah disodorkan kepada Novas untuk memboyong ‘Kayana’ ke Pontianak. Tetapi dengan sangat berat hati, Novas menolak dengan ramah tawaran tersebut. ‘Kayana’ telah menjadi mascot NV 88 SF dan mempunyai history yang bisa merubah pandangannya tentang kehidupan dunia hobys. Inilah alasan utama kenapa Novas sangat berat memindahkan ‘Kayana’ dari garasinya.
    “Apapun jenis burung yang anda geluti yang penting adalah keseriusan. Pleci yang selama ini hanya burung pekarangan ternyata mempunyai keunikan. Karena dalam dunia hobys bukan masalah nilai uangnya, tetapi kualitas dari burung itu sendiri. Burung berprestasi bisa membuat rasa hati bahagia, ”ucap Novas NV 88 SF berfilosofi.
    “Semua koleksi burung saya dalam perawatannya selalu mempercayakan kepada produk dari Ebod Jaya. Satu botol vitamin water saya campurkan dengan satu botol Ebod Vit. Ini menjadi minuman yang saya berikan setiap hari. Ketika akan lomba, dua hari menjelang lomba semua burung saya berikan Ebod Joss. Karena Pleci termasuk burung kecil, dua tetes Ebod Joss sudah dapat mendongkrak tenaga Pleci di lapangan,” paparnya menambahkan berbagi pengalaman. 95 Juta?! Maaf, ‘Kayana’ tidak untuk dijual!. (kangronggoVIII)




Top